Turn Off ur TV, now!!!!

Gw yakin semua dari kita pasti punya tipi dikamar nya masing2,,, kita selalu merasa senang dan tenang apabila sedang nonton tipi,,, sebaliknya kita pasti ngerasa gelisah banget kalo, misalnya sehari aja gak nonton tipi,, gak bs nonton sinetron favorit lah, gak bs nonoton acara infotainment favorit lah,, trus masih banyak lagi alasan kenapa kita harus nonton tipi.

Cm apakah sudah banyak dari kita yg sadar, bahwa tv itu merupakan media pembodohan yang paling bs mengena ke masyarakat??? di Indonesia jumalah stasiun TV baik swasta maupun milik pemerintah yang bersiaran nasional ada sekitar 11 stasiun TV, dan merka semua kebanyakan siaran nasional dari pusat atau jakarta. Sekarang gw pengen nanya lagi,, apakah cukup 11 stasiun tv yang bersiaran nasional untuk mengcoverage wilayah Indonesia yang luas ini, dengan asumsi 30an juta penduduk yang mempunyai TV? kalo dipikir secara logika, ya paasti sangat2 tidak cukup,,, tapi itulah yang terjadi di Indonesia dewasa ini.

TV sebagai media komunikasi sebenernya dari segi manfaat, lebih sedikit manfaat nya daripada media laen, kya kora, radio, even internet. Kenapa?? karena TV bs masuk ke pelosok2 daerha di indonesia tanpa pembatasan sama sekali, dan ini menyebabkan sedikit culutral shock dan cultural leg.

Kenyataan lain bahwa TV membawa pengaruh buruk bagi masyarakat Indonesia secara keseluruhan ialah, gaya hidup konsumerisme, hedonisme dan masih banyak lagi yang lain, yang makin banyak mempengaruhi masyarakat dipedesaan, inilah yang ngebuat, banyak sekali tindak kriminalitas, seperti pencurian, perampokan, dan penjambretan, dan mungkin lo semua pernah liat apa yang biasa kt sebut sebagai "alay" ato anak layangan, yaitu mereka yang dari kalangan grass root tp gaya nya tengil nyoba sok2an gaya keren ternyata gak nyambung sama sekali. Stasiun TV jg sngat "jakarta-sentris" karena dengan alasan efisiensi biaya mereka melakukan semua kegiatan produksi di ibu kota negara, dan kenyataan bahwa sekitar 70 % perputaran uang Indonesia berada di jakarta ini dan inilah sebuah ketidak adilan yang sangat nyata, dari segi budaya, budaya dugem ato ngomong ala anak gaul jakarta "lu-Gue" yang sekarang tlah dipake di pedesaan merupakan sebuah kenyataan yang sangat mneyakitkan hati. ,  Hrus kita akui, bukan mereka seratrus persen yang salah,, tapi itu adalah pengaruh tidak langsung dari media bodoh bernama televisi.

inilah penjelasan singkat gw tentang buruknya media yang selama ini kita anggap dewa penolong di kala kesepian, semoga bs mwenjadi pegangan buat lo semua sehingga gak terjerumus lebih dalem ke lobang pengaruh media televisi,,,

au revoir.

Leave a Reply